Rabu, 20 Juni 2012

PEMIMPIN "SANTUN"


Santun, Siapa orang yang tidak tahu kata ini. Santun sangat berkaitan dengan Unggah Ungguh atau Tindak Tanduk Seseorang. Santun adalah sebuah sikap yang mencerminkan sisi baik, kalem, bersahaja, “nerimo” meskipun bukan berarti pasrah, tidak “pecicilan”, sopan, dan yah segala yang baik – baik. Bahkan menurut saya, santun berada pada posisi atau tangga yang lebih tinggi dari sekadar sopan.
Kita sudah belajar tentang santun sejak kita berada di Sekolah Dasar atau bahkan pada saat Taman Kanak Kanak (bagi sebagian yang mengenyam jenjang ini). Dulu waktu kita SD, maka wujud santun kita terhadap orang yang lebih tua yang selalu diajarkan disekolah antara lain adalah mencium tangan orang tua (berpamitan) ketika akan pergi, jalan dengan sedikit membungkukkan badan terutama bagi cultur Jawa, menyapa orang yang bertemu, menyebar senyum, dan hal – hal lainnya yang menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang memiliki kebaikan dan tata karma sempurna. Hal tersebut memang sangat terpuji.

Selasa, 05 Juni 2012

Mengapa? Kapan? dan Bagaimana?


            Semua pasti tidak asing lagi dengan kata Tanya Kapan, Mengapa dan Bagaimana. Pelajaran tentang hal ini sudah kita dapatkan bahkan semenjak kita berada di Sekoah Dasar. Masih sangat saya ingat pada pertengahan usia saya dalam menempuh jenjang pendidikan Dasar (sekitar kelas 4 atau 5), bu guru saya (yak arena kebanyakan guru SD adalah Bu Guru) sering memberikan saya Pekerjaan Rumah terutama untuk mata pelajaran bahasa Indonesia berupa membuat kalimat dengan kata Tanya, baik salah satu dari rumpun kata Tanya 5W+1H atau salah satunya. Dulu sewaktu saya berusia pada “zaman” itu tidak jarang saya meminta bantuan kepada kakak, orang tua, bahkan (alm) kakek saya. Rasa – rasanya membuat kalimat Tanya saja berat dan susah sekali untuk saya. Seiring dengan bertambahnya ilmu dan jenjang pendidikan saya, membuat kalimat Tanya seperti itu sudah merupakan hal yang tidak susah lagi (untuk hal – hal sepele seperti sewaktu saya SD). Namun saat ini saya kembali merasa “tergelitik” dan membangkitkan “libido” keingin tahuan saya tentang korelasi dari kata Kapan, Mengapa dan Bagaimana dengan perkembangan sebuah bangsa.
                Sepintas mungkin hasil asumsi saya ini terkesan membingungkan. Mungkin banyak yang bertanya apa hubungannya pelajaran yang saya dapat dari SD ini dengan bangsa dan Negara. Kapan, Mengapa dan Bagaimana merupakan tiga kata Tanya yang secara makna tidaklah susah. Kapan sejas menanyakan tentang waktu. Mengapa menanyakan tentang alasan, dan Bagaimana menanyakan keadaan, cara, proses, dan step/jalan. Namun setelah saya SMA saya pernah mendengar pendapat dari teman saya bahwa ia pernah berkata “moto saya itu karena saya ingin dari entrepreneur sukses maka aku harus merupah kapan menjadi bagaimana”. Dari kata teman saya itu hal yang saya tangkap adalah bahwa ketika kita membahas kapan, maka kita hanya akan berbicara mengenai waktu dan kata kapan ini selanjutnya saya asumsikan sebagai “jebakan” imajinasi. Ketika kita hanya berkutat dengan kata kapan maka kita hanya akan membahas waktu, dan apabila waktu itu (tidak sengaja) terlewat, maka selamanya kapan akan menjadi Trending Topic dalam mindset kita. Sementara ketika kita berbicara bagaimana maka disamping kita membicarakan mengenai waktu, kita juga membahas mengenai perencanaan strategis, strategi jitu, bahkan implikasi lebih jauh dari hal yang ingin kita lakukan.

Sabtu, 31 Desember 2011

Bismillah.....

Tahun 2011 hampir usai tinggal hitungan beberapa jam lagi. Banyak peristiwa tak terlupakan terjadi di tahun ini. Seperti halnya roda yang berputar, di tahun ini akupun merasakan ketika aku berada di atas dan di bawah, baik dalam kehidupan normal, kesehatanku, persahabatan, prestasiku, hingga cinta. Semua masih terekam jelas dalam ingatanku.

Di awal tahun 2011, aku mengalami goncngan kesehatan yang luar biasa. Pada bulan Januari itu aku benar - benar tak berdaya sampai - sampai aku merakasan malaikat - malaikat mulai mengajakku bersavari dengannya. Aku melihat almarhum kakekku tersenyum di hamparan pemandangan putih di sela - sela ketidaksadaranku. Entah apa yang terjadi, yang jelas aku menghabiskan masa liburan Semester di tempat tidur dengan berbagai alat penunjang kesehatan. Dari peristiwa itu pula, aku mengetahui kekurangan fisikku yang sewaktu - waktu dapat menyapaku ketika aku sendiri bahkan bersama keramaian. 

Jumat, 30 Desember 2011

29 Juni 2011 pukul 21.01

             Bukan tanggal kelahiranku atau kematian tetanggaku. Bukan pula waktu ramalan kiamat akan datang atau pun yang lainnya. Tanggal dan jam itu aku resmi diterima menjadi mahasiswa. Dengan demikian ku tanggalkan embel – embel “Siswa Teladan SMA” yang harus ku cari pada tanggal 30 Juni 2011 pukul 00.01 hingga seterusnya adalah embel – embel mahasiswa berprestasi yang berguna bagi kehidupan nyata. Amiin.. Aku kira itu harapan tak muluk – muluk dan memang itu keinginanku atas nama Allah dan kedua orang tuaku. Bahagia, pasti.
            Namun ternyata Tuhan memberiku bonus lebih pada hari itu. Di hari itu untuk pertama kalinya aku membaca sebuah nama yang indah dan pebuh harap yang ternyata hingga saat ini nama itu masih ada dalam hatiku dan akan ku jaga selalu namanya, hatinya, jiwanya, perasaannya, dan dirinya. Melalui sebuah percakapan sederhara dari seorang junior kepada seniornya, aku mulai mengenal dia. Hingga saat ini aku pun masih mengenal dia, bahkan jauh lebih dalam. Terimakasih atas media itu yang telah memperkenalkanku pada sosok lelaki yang baik hati dan selalu membimbingku. Awal yang indah, dan semoga juga berujung indah. Amiin…Love you

Mawar Biru (blue love rose)

My Blue Love Rose
Pagi ini aku mencoba untuk memandang dunia tidak hanya dari satu sisi namun dari seluruh bentuk bulatnya. Aku pun akhirnya tahu bahwa setiap manusia pasti memiliki potensi untuk melukai perasaan orang lain, secara ia sadari bahwa orang lain itu akan terluka maupun ia hanya berfikir “ah masa gitu aja sakit hati si”. Yah sudahlah, manusia di dunia ini memang heterogen, mereka bukan magician seperti Dedi Corbuzer atau Deny Darko yang dapat membaca pikiran orang.
            Sepulangnya aku dari mengambil materi untuk Ujian Akhir Semester yang akan diselenggarakan hari Senin besok, aku membuka dan mengaktifkan notebook serta jaringan internetnya. Entah ada perasaan apa. Tiba – tiba aku merasa hancur dan otakku penuh dengan kekacauan. Mungkin karena tadi, hmm,,, atau…………(sudah tak perlu aku lanjutkan). Aku kemudian melihat ke sekeliling kamar kosku ini yang berwarna krem dan banyak pernak – pernik berwarna pink dan biru. Tiba – tiba terlintas di benakku untuk menambahkan satu ornament biru lagi, yaitu bunga favoritku, MAWAR BIRU.