Sabtu, 31 Desember 2011

Bismillah.....

Tahun 2011 hampir usai tinggal hitungan beberapa jam lagi. Banyak peristiwa tak terlupakan terjadi di tahun ini. Seperti halnya roda yang berputar, di tahun ini akupun merasakan ketika aku berada di atas dan di bawah, baik dalam kehidupan normal, kesehatanku, persahabatan, prestasiku, hingga cinta. Semua masih terekam jelas dalam ingatanku.

Di awal tahun 2011, aku mengalami goncngan kesehatan yang luar biasa. Pada bulan Januari itu aku benar - benar tak berdaya sampai - sampai aku merakasan malaikat - malaikat mulai mengajakku bersavari dengannya. Aku melihat almarhum kakekku tersenyum di hamparan pemandangan putih di sela - sela ketidaksadaranku. Entah apa yang terjadi, yang jelas aku menghabiskan masa liburan Semester di tempat tidur dengan berbagai alat penunjang kesehatan. Dari peristiwa itu pula, aku mengetahui kekurangan fisikku yang sewaktu - waktu dapat menyapaku ketika aku sendiri bahkan bersama keramaian. 


Di pertengahan tahun ini pun aku sempat mengalami masa - masa yang berat dimana aku harus nyaris kehilangan sahabat - sahabat SMA ku karena keegoisanku sendiri. Aku merasa bersalah dan merasa bodoh, umm,,,,sangat bodoh karena prinsipku yang tak sejalan dengan mereka dan aku tetap tak mau mendengar apa kata mereka. Hmm...keegoan siswi SMA yang tak terbendung. Aku merasa sendiri. Mereka ada di sampingku tetapi mereka tak ada di jiwaku. Aku menyesal menyakiti mereka. Namun, semua berakhir indah, uluran jabat tangan dari kami menyelesaikan semuanya. Love All My Best Friendship In SHS...kalian benar - benar yang telah membuatku menurunkan keegoanku sendiri, meskipun aku masih dalam taraf belajar untuk tidak keras kepala. ^^<

Ceritaku masih indah di 2011 ini. Terutama ketika aku berhasil mencapai targetku di Ujian Nasional. Seketika itu aku dapat melihat rona muka bangga dan bahagia dari Ibuku di koridor kelas XII IPS 2. Aku telah menepati janjiku pada Allah, diriku, dan orang tuaku. Semua guru menyalamiku dengan kata - kata "Selamat nak, kamu pantas mendapatkannya. Ayo di kuliahan juga harus kumlaoud yah". Amiiin...sebuah doa tulus dari beberapa pembimbingku yang luar biasa yang telah merubah aku menjadi pribadi yang bisa berfikir jernih *meskipun sampai saat ini aku masih belajar dan itu pun belum sempurna. Masih dalam euforia pencapaianku dalam kelulusan SMA kemarin, seperti yang telah aku uraikan, hidup itu seperti roda yang berputar. Sejenak, baru sekitar kurang dari 48 jam semua orang, melalui FB, Twitter, Plurk, SMS, telephon, dan langsung,  memberi ucapan selamat atas pencapaianku dalam rangkaian ujian tersebut, kurang dari 48 jam pula kebahagiaanku membuncah seolah terbang ke langit penuh pelangi, tiba - tiba saja aku harus jatuh bahkan seperti terbentuk tembok beton hingga kepalaku mengucurkan darah yang harus di jahit 47 jahitan. Pengumuman sebuah goal yang aku harapkan ternyata tak berujung indah. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku tak akan selalu berkibar di atas, ada kalanya aku harus merayap untuk berkibar. Ya, aku GAGAL dalam seleksi SNMPTN Undangan. Menampar sekali. Aku putus asa bahkan malu menerima penghargaan terbaik atas kelulusan pada keesokan harinya. Aku hancur dan memberontak pada dunia. Aku anggap semua jahat. Aku anggap semua perjuanganku untuk bertahan di puncak dan mengumpulkan segala bentuk penghargaan itu sia - sia. Rasa sebal, jijik pada diriku yang seolah tak berguna, juga memberontak pada kenyataan justru membuatku semakin jatuh. Ya, aku lagi - lagi merasa kehilangan sahabat - sahabatku. Kali ini bukan karena keegoanku tapi karena kesibukan mereka mempersiapkan kehidupan baru di Universitas mereka masing - masing. Hanya menghela nafas, belajar, introspeksi diri, dan pasti yang paling utama meminta yang terbaik dari Allah SWT.

Ya benar, jalan hidup manusia itu sudah ada yang menentukan. Aku yang selalu menganggap bahwa tanggal 29 itu adalah tanggal yang istimewa sempat menghapuskan paradigma itu ketika tanggal 29 Mei 2011 lalu. Itu memang hari ulang tahunku, tapi untuk yang kedua kalinya dihari ulang tahunku itu aku menangis di tengah hamparan buku - buku. Tepat pada 29 Mei 2010, di hari ulang tahunku yang ke 17, tangisanku pecah di atas semua buku Pembinaan Olimpiade Ekonomi ketika aku harus tahu bahwa secara tiba - tiba namaku tak terdaftar dalam keberangkatan tim Provinsi. Ya, aku gagal sebelum aku pernah bertanding. Hmm,,,,Birokrasi memang ajaib. Di tahun 2011 ini, bukan karena namaku di coret secara tidak hormat dan tidak beralasan dari tim Provinsi, namun kali ini aku menangis di tengah buku - buku Sukses SNMTN, UM UNDIP, SIMAK UI, dan SMUP UNPAD. Ya benar....aku menangis karena andai saja aku lolos SNMPTN Undangan pasti aku tak perlu berjuang mati - matian lagi untuk SNMPTN tulis, sementara hampir semua sahabatku disana sudah "ayem" dengan Universitas barunya. Hanya satu kata yang aku tanamkan didiriku "SEMANGAT". Akhirnya aku mencoba mengartikan ini semua sebagai suatu hal yang berbeda, Allah menginginkan aku merasakan perjuangan hebat yang pasti aku yakin aku bisa menjalaninya asalkan aku berikhtiar. Dalam ikhtiar ini ada 3 orang sahabatku yang takkan aku pernah lupakan, kita seperjuangan bro, sist. Mereka adalah Elfa, Adam, dan Hannief (Pepy). Ingat ini teman : soal - soal, doa - doa, miskom di rumah pepy, sama sesajen kita belajar "yuppy Burger"..hahahaaaa

2011 masih banyak cerita. 2011 aku memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa. 2011 aku mengenal seseorang yang sangat membantuku di kehidupan baruku ini. Ya dia lelaki, hmmmm......tampan *iyalah masa cantik, baik, dan ..........*apa ya?? Yang jelas dia memiliki nama yang sama dengan teman seperjuanganku tadi, hanya saja ibarat bahasa Indonesia hal itu Homofon, sama pengucapan, beda penulisan. Yap dia itu seseorang yang selalu aku panggil Mas....kadang - kadang juga Om sih, hehehee...Dia adalah Khanif Idris..uppsss Mas Khanif Idris. Dia orang pertama yang aku kenal semenjak aku membuka kehidupan baru yang masih sangat scare untukku. Kehidupan mahasiswa, mahasiswa politik pula. Keras. Dia memperkenalkanku pada semuanya, bahkan sebelum sahabatku yang memperkenalkannya (Puspa, Welly, Rurin, Jeje, Reni, Bila, Sita, Jora, Farel, Navis, Gustian, Byna, Shynta, Au, Linggar, Haduuh banyak deh pokonya, maaf bagi yang ga tertulis, yang jelas kalian tertulis di hatiku). Ingat Ini : 29 Juni tepat satu bulan setelah ak berusia 18 tahun.^^<

Selain Mas Khanif, aku juga menemukan banyak orang - orang yang sayang padaku. Ibu Kosku, teman - teman Kos (Diska, Amel, Zeta, Artha, Nita), teman - teman Ilmu Pemerintahan (haduuh diantaranya yang tadi itu dan yang lainnya dah pokoknya, susah aku sebutin 147 anak), teman - teman PSM UNDIP dan FISIP UNDIP, orang - orang konyol di HCCP *ahahahahaaaa apatuh??, dan lainnya. Mereka keluarga baruku. Love You all ^^,

Kehidupanku indah di 2011, bahkan di 2011 ini aku belajar untuk mencintai dengan penuh ketulusan. Suatu hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Di tahun ini pula untuk pertama kalinya aku mengalah dan meredam semua keinginanku untuk mendapatkan yang aku mau. Aku ingat kata - katanya "ini tentang keadaan" dan aku mencoba mengerti keadaan itu meskipun aku harus menangis dan sekali lagi memberontak pada keadaan.Maafkan kesalahanku yang menunda waktu. Aku bahagia melihatnya bahagia meskipun tak bersamaku, tapi sesekali aku juga meneteskan air mata karena kebahagiaanmu dengan yang lain. Maafkan aku egois. ^^, Love you ^^V
Terimakasih telah mewarnai 2011 ku. Semoga tetap berwarna selamanya. 

Sekarang 2011 tinggal hitungan jam. Besok aku akan memulai cerita baru. Yang aku harapkan semua tetap indah dan tidak ada satu pun yang pergi meninggalkanku di 2012 mendatang. Orang tuaku, Kakakku, Sahabatku termasuk Dia yang kucinta aku harap semua masih bersamaku. Tetap mau di sisiku dan di hatiku. Begitu pula rasa cintaku pada seseorang itu, semoga abadi. Amiin

2 komentar: