Sabtu, 29 Oktober 2011

Ketika Kau Mengaku sebagai Pemuda............lalu ?

           Pemuda, ya benar, itu adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir semua orang tahu apa itu kata "PEMUDA". Semua berlomba lomba untuk menjadi sosok PEMUDA, ada yang hobi sekali gembar gembor sana sini dengan alih - alih bahwa PEMUDA should Speak Up (yah bisa dibilang hobi demo) ada pula yang lebih suka mengekspresikan apresiasinya dengan kegiatan yang kalem kalem saja, sebagai contoh ia ikut penelitian, debat, bla bla bla, selain kedua kategori tersebut adapula yang lebih parah, yaitu mereka yang salah kaprah tentang apa yang dimaksud dengan "jiwa muda". Di sini mereka yang salah kaprah hanya menghabiskan masa muda mereka dengan DO NOTHING but DO LOVING. yap kategori yang ketiga ini adalah mereka mereka yang hanya menghabiskan waktu mereka untuk berkencan, berpacaran, dan selalu berdua duaan tanpa arah tujuan yang jelas, hanya sekedar melepas rindu seperti layaknya reuni emas nenek nenek dan kakek kakek yang sudah lama tidak bertemu rekan SMA nya.
           Menurut hasil pengamatan kaca mata putihku, pemuda itu secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :
  • Aktivis sekaligus Akademisi
               Mereka yang tergolong dalam kategori memiliki persepsi dan mind setting untuk selalu aktif. Aktif di sini bukan berarti hanya hobi berdemo atau melakukan protes kesana kemari, namun aktif di sini adalah mampu mengaplikasikan ilmu atau pengetahuan apa saja yang telah mereka dapat, kritis, serta mampu membangun perspektif yang mampu mempengaruhi orang orang disekitarnya *tentunya perspektif dalam segi positiv
  • Those who wanna be "diplomat"
                Diplomat memang berarti penyambung lidah untuk mencapai tujuan bersama. Namun kali ini yang akan kita bahas bukan diplomat dalam arti  sebenarnya. Maksud diplomat disini adalah mereka yang hobi berdemo bahkan sampai merusak fasum (fasilitas umum). Analoginya adalah, diplomat itu kita tahu bahwa ia bertugas untuk menyambungkan dua persepsi dari dua negara. Diplomat merupakan simbol dari suatu negara atau dengan kata lain ia adalah representasi dari suatu negara di negara lain. Pemuda yang saya sebut layaknya seorang diplomat manakala ia sedang berdemo ia berlagak seolah - olah  bahwa ia adalah seorang diplomat yang membawa kepentingan yang sangat urgent dan mengemban tugas mulia sampai sampai mereka merusak fasum di depan mereka karena terlalu bersemangat, ngotot, atau anarkhi. Entahlah, tap yang jelas alibi mereka adalah itu sebuah bentuk kekesalan mereka karena pendapat mereka tidak didengar.

  • Mereka yang Easy Going
                  Nah inilah tipe ke tiga yang kalau lihat secara kasap mata hidup mereka aman - aman saja. Tugas banyak SANTAI, kuliah padat BOLOS, responsi menghadang NYONTEK, pelajaran sekolah kosong KABUR, dimarahin guru / dosen Masuk Kuping Kiri, Keluar Kuping Kiri juga (mental). Kita tidak boleh naif, terkadang pun kita menjadi seperti mereka
  • Pemuda yang Penuh CINTA
              Entah harus dikonotasikan negatif ataukah sub bab yang satu ini. Oke akan saya beri perbandingan tentang hal ini baik dalam arti positif maupun negatif.
yang Positif : adalah mereka yang selalu penuh cinta kasih terhadap sesama dan ANTI kekerasan.
yang Negatif : mereka yang hidupnya dihabiskan hanya dengan pasangannya saja tanpa memandang pasangannya itu sebagai parter dan sebagai penyemangat namun hanya sebagai pelampiasan nafsu *parah.!
pemuda penuh cinta yang saya maksud disini adalah pemuda dalam arti yang ke dua. Jangan Naif. disekeliling kita, atau bahkan diri kita sendiri mungkin seperti itu tanpa kita sadari. Inilah yang harus kita rubah. Seks Bebas saat ini tidak hanya terjadi pada mereka yang tinggal di daerah urban yang kumuh serta kurang mendapatkan informasi serta pendidikan. dewasa ini hal tersebut juga sudah menjamur pada kalangan pemuda terpelajar Indonesia.Apa yang akan terjadi pada bangsa ini jika pemudanya rusak dan tidak bermartabat? inilah yang harus kita kaji dalam - dalam dan perlu pemikiran panjang bila akan mengambil sebuah keputusan dan mengkategorikan diri kita kedalam kategori pemuda yang ini.


#this is just a little note to critisize Indonesian Youth since 28 Oct is Oat Youth, if you are not in the same way with my world, juat give ur idea and let's discuss. I honor ur oppinion bcz Indonesia in a plural country so, of course there is nothing same in the way exactly

                

0 komentar:

Posting Komentar